Pemberian Terapi Dzikir Dalam Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Ny. M dengan Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran

Authors

  • Sarmila Nadia PSIK FK ULM
  • Dhian Ririn Lestari

Keywords:

Halusinasi, Terapi, Dzikir

Abstract

Latar Belakang: Halusinasi adalah keadaan dimana klien mengalami perubahan sensori persepsi, merasakan sensasi palsu berupa suara, penglihatan, pengecapan, perabaaan atau penghiduan. Terapi dzikir bertujuan memusatkan perhatian (khusyu’), lebih menyibukkan diri, dan menurunkan tingkat stress, sehingga memberikan dampak positif.

Tujuan: Mengetahui bagaimana Pemberian Terapi Dzikir Dalam Asuhan Keperawatan Jiwa Dengan Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran

Metode: Observasional deskritif desain penelitian studi kasus. Klien memegang tasbih mengucap Astaghfirullah, Subhanallah, Walhamdulillah, Wa lailaha ilallah, Allahu Akbar, La hawla wa la quwwata illa billah” sebanyak 33x.

Hasil dan Pembahasan: ada perubahan secara kognitif dan perilaku. Klien mengetahui tindakan yang harus dilakukan adalah berdzikir dan melakukannya untuk mengalihkan perhatian dari halusinasi.

Kesimpulan: Halusinasi masih ada saat klien sendiri, tapi sudah mulai bisa mengontrolnya dengan melakukan dzikir, frekuensi halusinasinya masih sama sekitar 5-10 menit kadang muncul kadang hilang, respon klien sudah mulai tenang, karena berusaha berfokus kepada dzikir yang dilakukan.

Downloads

Published

2022-03-16

How to Cite

1.
Nadia S, Ririn Lestari D. Pemberian Terapi Dzikir Dalam Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Ny. M dengan Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran. NPJ [Internet]. 2022 Mar. 16 [cited 2026 Sep. 30];3(2):189-96. Available from: https://nerspedia.ulm.ac.id/index.php/nerspedia/article/view/99

Issue

Section

Articles