Hubungan Kebiasaan Cuci Tangan dan Penggunaanjamban Sehat dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa Sungai Rangas Tengah
Keywords:
Balita, diare, Jamban SehatAbstract
Dari seluruh kematian anak akibat diare selalu berhubungan pada bersihnya daerah dan personal hygiene penduduk, sebesar 78% tepat di negara Afrika serta Asia Tenggara. Analisis data Kemenkes 2016 menyebutkan 20% anak umur dibawah lima tahun meninggal lantaran infeksi diare pertahunnya. Diperoleh faktor sebagian yang berkaitan dengan terjadinya diare ialah seperti penggunaan jamban sehat. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan cuci tangan dan penggunaan jamban sehat dengan kejadian diare pada balita di Desa Sungai Rangas Tengah Kecamatan Martapura Barat. Penelitian ini menerapkan metode Case Control Study (kasus kontrol).
References
Juffrie, M., dkk, 2010. Buku Ajar Gastroenterologi-Hepatologi, Jilid 1. Balai Penerbit IDAI: Jakarta.
WHO, 2013.Diarrhoeal Disease. WHO Media Centre Kemenkes, 2016.
Kemenkes RI, 2013. Pedoman Pembinaan Hidup Bersih dan Sehat. Jakarta Jonshon.
WHO, 2004.Water Sanitation and Hygiene Links to Health. Available from: http://www.who.int/water_sanit ation_health/en/. Diakses pada tanggal 15 April 2012.
Erlina, Y, 2015. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Hidup Bersih dan Sehat Pada Tatanan Rumah Tangga Menggunakan Jamban Sehat di Dusun Li RW. 04 Desa Sukakarya Kec. Sukakarya Kab. Bekasi Tahun 2015. Jurnal Ilmiah Keperawatan Stikes Medika Cikarang.
Arimbawa. I, Wayan. 2014. Hubungan Faktor Perilaku dan Faktor Lingkungan Terhadap Kejadian Diare Pada Balita di Desa Sukawati. Universitas Udayana. Gianyar Bali
Waromi, Klemens. 2015. Hubungan Antara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga Dengan Kejadian Diare di Desa Ranowangko. UNSRAT Manado. Minahasa.
Syah, P. Laskar, 2017. Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Lainea Kabupaten Konawe Selatan. Universitas Halu Oleo. Kendari. Sulawesi Tenggara.
Nuraeni, Asti. 2012. Hubungan Penerapan PHBS Keluarga dengan Kejadian Diare Balita di Kelurahan Taangmas kota Semarang. Tesis. Fakultas Ilmu Keperawatan Program Magister Ilmu Keperawatan. Universitas Indonesia. Depok.
Fatmawati, T. Y, 2017. Analisis Penggunaan Air Bersih, Mencuci Tangan, Membuang Tinja Dengan Kejadian Diare Pada Balita. Stikes Baiturrahim. Jambi.
Proverawati dan Rahmawati, 2012. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Yogyakarta: Nuha Medika.
Kurniawan, dkk. 2013.Hubungan Antara Pemanfaatan Jamban dan Pemanfaatan Air Dengan Angka Kejadian Diare di Desa Kracak Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. STIKES Harapan Bangsa. Purwokerto.
Fajriana, A. R, 2012. Hubungan Kepemilikan Jamban Dengan Kejadian Diare Pada Balita di Desa Jatisobo Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Universitas Sebelas Maret. Solo.
Sitohang, Sarimawati, 2016.Hubungan PHBS dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja puskesmas Hutabaginda Kecamaan Tarutung.Tesis. Medan. Universitas Sumatra Utara.
Lidiawati, Meri. 2016.Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Angka Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Meuraxa. Universitas Abulyatama. Aceh.
Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku. Jakarta: PT Rineka Cipa.
Chandra, Budiman. 2007. Pengantar kesehatan lingkungan.Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC.

