Pemberian Terapi Menulis Ekspresif terhadap Dukacita Maladaptif
Keywords:
Dukacita, Mental, Terapi Menulis EkspresifAbstract
Dukacita maladaptif merupakan suatu gangguan yang terjadi setelah kematian kerabat, ketika pengalaman distres yang menyertai kedukaan gagal menyesuaikan harapan sosial-budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi menulis ekspresif terhadap klien dengan dukacita maladaptif. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus asuhan keperawatan pada pasien kelolaan. Hasil penelitian setelah intervensi Terapi Menulis Ekspresif yang dilakukan selama 4 hari, dukacita klien mengalami penurunan dengan alat ukur CGI pada hari terakhir menjadi 26. Manfaat dari Terapi Menulis Ekspresif adalah meningkatkan motorik saraf pergelangan tangan, merangsang kerja otak kiri dan kanan menjadi seimbang. Sehingga seseorang menjadi rileks, kreatif dan produktif karena pikirannya jernih.
References
Universitas Lambung Mangkurat. Rencana induk penelitian 2020-2024 (final revisi). Banjarmasin: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Lambung Mangkurat; 2020.
Ramsar Convention Secretariat. Healthy wetlands, healthy people. Ramsar technical report. Gland, Switzerland: Ramsar Convention Secretariat; 2013.
World Health Organization. Mental health [Internet]. Geneva: WHO; 2022 [cited 2023 Nov 27]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-strengthening-our-response/
Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA). What is mental health [Internet]. Rockville, MD: SAMHSA; 2023 [cited 2023 Nov 27]. Available from: https://www.samhsa.gov/mental-health
Seputro AA. Teknik grief counseling dalam mengatasi kedukaan pada remaja yang kehilangan orang tua. J Pendidik Pembelajaran. 2022;2(3):73-8.
Priastana IKA, Dwijayanto IMR, Aryasari NLKD. Pemberdayaan kesehatan masyarakat: pendidikan kesehatan tentang peran keluarga terhadap perawatan lansia dengan berduka kronis akibat kehilangan pasangan. J Community Engagem Health. 2020;3(2):353-6.
Herdman TH, Kamitsuru S, Lopes CT, editors. NANDA-I diagnosis keperawatan: definisi dan klasifikasi 2021-2023. Edisi ke-12. Alih bahasa: Keliat BA, Mediani HS, Susanto T. Editor penyelaras: Ester M, Karyuni PE. Jakarta: EGC; 2021.
Adams K. 22 praktik untuk pengetahuan diri dan pengembangan pribadi. (tempat terbit dan penerbit tidak tersedia); 2018.
Hartini S, Willy W, Fransisca F, Handayani S, Levina G, Yusri RA. Efektivitas terapi menulis ekspresif dalam menurunkan public speaking anxiety pada korban bullying. Psikoborneo (J Ilm Psikol). 2021;9(2):440-51.
Ayu Yulianti MIA. Pengaruh terapi menulis ekspresif terhadap tingkat depresi pada lansia di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia dan Pemeliharaan Taman Makam Pahlawan Ciparay Kabupaten Bandung tahun 2018 [skripsi]. Bandung; 2018.
Audinia S, Oriza IID. Memahami mekanisme gejala depresi dan kedukaan: peran jerat kognitif sebagai mediator. PREPOTIF (J Kesehat Masy). 2022;6(3):1631-8.
Moorhead S, Johnson M, Maas ML, Swanson E. Nursing outcomes classification (NOC). Edisi ke-5 (Indonesian edition). Singapore: Elsevier; 2016.
Bulechek G, Butcher H, Dochterman J, Wagner C. Nursing interventions classification (NIC). Edisi ke-6 (Indonesian edition). Singapore: Elsevier; 2016.
Asli K, McClung EL. Pengalaman kematian, kehilangan, dan berduka. In: Fundamentals of nursing. Edisi ke-9 (Indonesian edition). Vol. 2. 2019. p. 661.
Pragholapati A, Muliani R, Yulianti MA. Pengaruh terapi menulis ekspresif terhadap tingkat depresi pada lansia. Analitika (J Magister Psikol UMA). 2021;13(1):55-64.
Pranoto N. Writing for therapy. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia; 2016.

