Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Diagnosa Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Dengan Terapi Modifikasi Perilaku Pada Pasien Hipertensi
Keywords:
Compliance, Diet, HypertensionAbstract
Hipertensi adalah faktor risiko penyakit kardiovaskuler penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kini banyak pasien hipertensi yang tidak patuh melaksanakan diet yang dianjurkan karena kurangnya pengetahuan pasien mengenai diet hipertensi.
Data pengkajian dari Ny. F, berusia 30 tahun, Saat dilakukan pengkajian keadaan umum Ny. F terlihat sehat TD 200/70 mmHg. Diagnosis keperawatan pada Ny. F yaitu Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer b.d penyakit hipertensi dan Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan b.d kurang pengetahuan mengenai program terapeutik. Intervensi yang diberikan adalah modifikasi perilaku dengan mengurangi konsumsi kopi dan menjaga kualitas tidur. Hasil dari observasi selama 7 hari, hasil tekanan darah pasien menurun menjadi 152/99 mmHg
References
Agianto. (2018) Asuhan Keperawatan
Pasien Stroke: (Aplikasi NANDA-I,
NOC dan NIC Pada Pasien Stroke.
Purwokerto: Penerbit CV IRDH.
Ahern, R, Nancy dan Wilkinson, M.
(2011).
Buku Saku Diagnosis
KeperawatanNanda Edisi 9. Jakarta:
EGC. Hal 9-10
Ardiansyah, M. 2012. Medikal Bedah.
Yogyakarta: DIVA Press.
Arifputera A, dkk. Kapita Selekta
Kedokteran. Editor, Tanto C, dkk.
Edisi 4. Jakarta: Media Aesculapius.
; jilid 2; 975-981
Ayu, M dan Rosa, L. 2012. FaktorFaktor Yang Berhubungan Dengan
Kejadian Hipertensi Tidak Terkendali
Pada Penderita Yang Melakukan
Pemeriksaan Rutin Di Puskesmas
Kedungmundu Kota Semarang Tahun
Public Health
Science
Department Sport Science Faculty
Semarang State University July 2015
Balqis, S. (2018). Hubungan Lama
Sakit dengan Kepatuhan Minum Obat
pada Pasien Hipertensi di Dusun
Depok Amberketawang Gamping
Sleman Yogyakarta.
http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/20683
Brunner & Suddarth. (2015). Buku
Ajar Keperawatan Medikal Bedah
Edisi 12 volume 1. Jakarta : EGC
Bustan, M. N. 2007. Epidemiologi :
penyakit tidak menular. Cetakan 2.
Jakarta : Rineka Cipta
Carpenito, Lynda Juall. 2016. Buku
Saku Diagnosa Keperawatan, Ed.13.
Jakarta : EGC.
Destiara H.Z., R.D.R. 2017,
‘Hubungan pengetahuan dan riwayat
hipertensi dengan tindakan
pengendalian tekanan darah pada
lansia’, Jurnal Berkala Epidemiologi,
vol. 5, no. 2017, pp. 174–84.
Heniwati.
Faktor-faktor Yang
Mempengaruhi Pemanfaatan
Pelayanan Posyandu Lansia Usia Di
Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten
Aceh Timur. Tesis. Medan:
Universitas Sumatera Utara; 2008
Ignatavicius, Workman, & Rebar.
(2017). Medical Surgical Nursing:
Concepts For Interprofessional
Collaborative Care (9thed.). St. Louis
:Elsevier, Inc.
Kusnul, Z & Munir, Z (2011). Efek
Pemberian Jus Mentimun terhadap
Penurunan Tekanan Darah. file:///C:/Users/ACER/AppData/Local/
Temp/PB.pdf
Kholifah, Siti Nur dan Wahyu
Widagdo.2016.Keperawatan Keluarga
dan Komunitas.Jakarta Selatan:
Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia.
Kurniawan M. 2017 Perilaku Pasien
Hipertensi Dalam Pencegahan
Komplikasi Di Desa Samatan Wilayah
Kerja Puskesmas Proppo Pamekasan.
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol.2 No.2
Marliani, Lili. & Tantan, S., 2007. 100
Questions &Answers Hipertensi.,
Jakarta: Gramedia.
Miyusliani dan Yunita (2011). Faktor
resiko yang berpengaruh terhadap
kepatuhan diet hipertensi. Naskah
publikasi. Stikes Hang Tuah
Pekanbaru.
Notoatmodjo, S. 2012. Metode
Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT
Rineka Cipta.
Novian A. 2013. Kepatuhan Diit
Pasien Hipertensi. Jurnal Kesehatan
Masyarakat.
Nuraini B. 2015. Risk Factors of
Hypertension. J Majority.
Februari;4(5): 10- 18.
Nurhidayat, S. 2012. Efektifitas Juz
Mentimun Terhadap Penurunan
Tekanan Darah Tinggi Pada
Penderita Hipertensi. Jurnal Florence
Vol V No 2 Juli 2012, V (2). pp. 90-
ISSN 1978- 8916
Padila. 2012. Buku Ajar :
Keperawatan Medikal Bedah.
Yogyakarta : Nuha Medika
Pudiastuti.(2011). Penyakit Pemicu
stroke . Yogyakarta. Nuha Medika
Ram, T. dan Laxmi. (2017). Effect of
Perceived Self-efficacy on Health
Promoting Lifestyle of Female
Employees. Amity Journal of
Healthcare Management, 2(1), 21–35.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
(2018).
Badan Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan
Kementerian RI tahun 2018.
http://www.depkes.go.id/resources/do
wnload/infoterkini/materi_rakorpop_2
18/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf
– Diakses November 2022
Saraswati M, Astuti A, Oktavia D.
Konsumsi Kopi Dan Kualitas
Tidur Meningkatkan Tekanan Darah
Pada Hipertensi. Indonesian Journal of
Health Community. http://ejournal.ivet.ac.id/index.php/ijheco.
Smeltzer & Bare (2013). Buku Ajar
Keperawatan Medikal Bedah Brunner
Suddarth Edisi 8. Jakarta: EGC.
Sunardi. 2010. Konsep Dasar
Modifikasi Perilak. PLB FIP UPI
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017).
Standar Diagnosis Keperawatan
Indonesia Definisi dan Indikator
Diagnostik. Jakarta: Dewan Pengurus
PPNI
Triyanto, E. (2014). Pelayanan
keperawatan bagi penderita
Hipertensi Secara Terpadu.
Yokyakarta: Graha Ilmu.
Zhang, Zhenzhen et al. 2011.
“Habitual Coffee Consumption and
Risk of Hypertension: A Systematic Review and Meta-Analysis of
Prospective Observational Studies.”
American Journal of Clinical Nutrition
(6): 1212–19.

