Asuhan Keperawatan pada Ny. SJ dengan Diagnosis Hipertensi Melalui Intervensi Pemberian Buah Melon
Keywords:
Hipertensi, Pemberian Buah Melon, Case StudyAbstract
Hipertensi terjadi akibat gangguan pada pembuluh darah yang menghambat aliran darah. Di UPT Puskesmas Karang Intan 2, hipertensi menempati peringkat pertama (18,65%). Gaya hidup seperti jarang makan buah dan sayur menjadi faktor risiko. Penelitian ini bertujuan menerapkan asuhan keperawatan pada Ny. SJ dengan hipertensi melalui intervensi buah melon di Desa Sungai Alang, Kabupaten Banjar. Metode studi kasus digunakan dengan pengkajian Gordon. Setelah 9 hari, tekanan darah turun dari 160/85 mmHg menjadi 140/80 mmHg. Melon kaya kalium yang bekerja melalui vasodilatasi dan menghambat sistem angiotensin, sehingga efektif menurunkan tekanan darah.
References
World Health Organization. Q&As on hypertension [Internet]. Geneva: WHO; 2013. Available from: http://www.who.int
Kementerian Kesehatan RI. Fakta dan angka hipertensi [Internet]. Jakarta: Kemenkes RI; 2017. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Profil kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan. Banjarmasin: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan; 2020.
Pudiastuti. Penyakit pemicu stroke. Yogyakarta: Nuha Medika; 2011.
Setiowati EA. Efektivitas pemberian jus melon untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada pasien hipertensi. J Nurs Health. 2020;5(1):19-27.
Anindea NM. Pengaruh pemberian buah melon terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi usia 41-64 tahun. J Ris Kesehat. 2018;1.
Bimanteri L. Pengaruh pemberian jus melon terhadap penderita hipertensi di Modinan Banyuraden Sleman Yogyakarta [skripsi]. Yogyakarta: Program Studi Ilmu Keperawatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan 'Aisyiyah; 2014.
Astawan M. Khasiat warna warni makanan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2008.
Griep LMO, Stamler J, Chan Q, Van Horn L, Steffen LM, Miura K, et al. Association of raw fruit and fruit juice consumption with blood pressure: the INTERMAP study. Am J Clin Nutr. 2013;97(5):1083-91.
Tim Pokja SDKI DPP PPNI. Standar diagnosis keperawatan Indonesia (SDKI). Edisi ke-1. Jakarta: Persatuan Perawat Indonesia; 2016.
Tim Pokja SLKI DPP PPNI. Standar luaran keperawatan Indonesia (SLKI). Edisi ke-1. Jakarta: Persatuan Perawat Indonesia; 2018.
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. Standar intervensi keperawatan Indonesia (SIKI). Edisi ke-1. Jakarta: Persatuan Perawat Indonesia; 2018.
Campbell AP. DASH eating plan: an eating pattern for diabetes management. Diabetes Spectr. 2017;30(2). Available from: https://doi.org/10.2337/ds16-0084
Puspita Anggraini, Rusdi, Ilyas E. Kadar Na+, K+, Cl-, dan kalium total serum darah serta hubungannya dengan tekanan darah pada penderita hipertensi. Press BUNJ. 2016;12(1):50-66.
Wang Q, Domenig A, P, Burnier M. Potassium supplementation reduces cardiac and renal hypertrophy independent of blood pressure in DOCA/salt mice. Hypertension. 2005;47(1).
Yang Y. Association between dietary fiber and lower risk of all-cause mortality: a meta-analysis of cohort studies. Am J Epidemiol. 2015;181(2):81-93.
Wijaya A. Hubungan kelelahan kerja dengan kejadian hipertensi pada petani di Kecamatan Panti Kabupaten Jember [skripsi]. Jember: Universitas Jember; 2021. p. 2019-22.

