Faktor Demografi yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Chronic Kidney Disease yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin
Keywords:
Chronic Kidney Disease, Hemodialisis, Faktor Demografi, Kualitas HidupAbstract
Latar Belakang: Chronic Kidney disease (CKD) adalah suatu kondisi yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal. CKD akan mengakibatkan terganggunya kualitas hidup penderita. Pasien dengan CKD stadium akhir memerlukan terapi hemodialisis untuk mengeluarkan sisa metabolisme dan pengganti fungsi ginjal yang rusak.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara faktor demografi dengan kualitas hidup pasien
chronic kidney desease yang menjalani hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan teknik non-probability sampling. pengambilan sampel menggunakan Consecutive sampling dengan jumlah sampel 210 orang. Data diambil dari tanggal 21-26 mei 2019. Penilaian Kualitas hidup responden diukur menggunakan kuesioner quality of life Ferrans and Powers. Analisis data menggunakan uji univariat dan uji bivariat korelasi spearmen.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi CKD tertinggi berdasarkan faktor demografi, usia >40 tahun (84,8%), jenis kelamin laki-laki (52,4%), tidak bekerja (91,4%), Pendidikan tinggi (SMA-Universitas) (63,3%), menikah (90,0%), status ekonomi rendah (85,7%), suku/etnis Banjar (71,4%), dan Kualitas hidup sedang (66,2%). Tidak ditemukan hubungan antara kualitas hidup dengan faktor usia (p-value=0,995), jenis kelamin (p-value=0,690), pekerjaan (p-value=0,555), pendidikan (p-value=0,174), status ekonomi(p-value=0,994), dan suku/etnis (p-value=0,827). Tetapi, variabel kualitas hidup responden memiliki hubungan dengan status pernikahan (p-value=0,000).
Diskusi: Status pernikahan merupakan variabel independen yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin.

